Search
24 C
en
  • Beranda
Suara Rakyat News
Buy template blogger
  • Breaking News
  • Menu Berita
    • All
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Hukum
  • Politik
    • Video
  • Lifestyle
  • Daerah
Suara Rakyat News
Search

Home Bireuen Desa Desil Desil 8–10 Didominasi Warga Miskin, Keuchik Lebih Tahu Kondisi Nyata
Bireuen Desa Desil

Desil 8–10 Didominasi Warga Miskin, Keuchik Lebih Tahu Kondisi Nyata

Redaksi
Redaksi
15 Apr, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Bireuen — Suararakyat-news.com l  Kebijakan pengelompokan Desil 8 hingga 10 kini menuai sorotan keras karena dinilai tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi menyesatkan arah kebijakan publik. Di tengah realitas ekonomi masyarakat yang semakin terhimpit, banyak warga justru dilabeli “mampu”, memicu protes dari desa-desa yang menilai pemerintah gagal membaca kondisi nyata di lapangan.


Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal, SH, menegaskan bahwa realitas di lapangan bertolak belakang dengan klasifikasi yang digunakan. Ia menyebut, mayoritas warga yang dimasukkan ke dalam Desil 8 sampai 10 masih hidup dalam tekanan ekonomi dan belum layak dikategorikan sebagai masyarakat mampu.


“Ini bukan lagi soal perbedaan pandangan, ini soal fakta. Di lapangan, Desil 8 sampai 10 itu didominasi warga miskin. Keuchik lebih tahu karena mereka hidup bersama masyarakat setiap hari,” tegasnya.
Ia menilai, penggunaan indikator yang tidak tepat telah melahirkan kesimpulan yang keliru. Kepemilikan rumah bantuan, kendaraan dari hasil kredit, hingga aktivitas rekening dijadikan dasar penilaian tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi riil.


“Rumah bantuan dianggap aset, motor kredit dianggap tanda mampu. Ini cara menilai yang tidak masuk akal. Rakyat yang sedang berjuang justru diposisikan seolah-olah sudah sejahtera,” ujarnya.
Bahrul juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang kian terhimpit. Daya beli yang melemah, kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, serta tagihan listrik membuat banyak keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak.


“Sekarang ini, satu hari kerja tidak cukup untuk menutup kebutuhan satu hari. Ini fakta yang dirasakan semua orang di desa, bukan asumsi,” katanya.
Ia memperingatkan, jika kebijakan seperti ini terus dipaksakan tanpa koreksi, dampaknya akan sangat serius. Masyarakat berpotensi kehilangan akses terhadap layanan kesehatan hanya karena dikategorikan “mampu” secara administratif.


“Jangan sampai rakyat dipaksa memilih antara makan atau berobat. Kalau itu terjadi, maka kebijakan ini sudah tidak punya rasa keadilan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa banyak keluarga muda di desa masih tinggal bersama orang tua dan memiliki beban kredit untuk bertahan hidup atau membangun usaha kecil. Kondisi ini, menurutnya, justru menunjukkan kerentanan ekonomi, bukan kemapanan.
“Punya kredit itu bukan tanda kaya, itu tanda mereka sedang bertahan. Tapi justru dijadikan alasan untuk memasukkan mereka ke kategori mampu. Ini terbalik,” ujarnya.


Ia juga menyinggung praktik penggunaan rekening oleh pihak lain yang menyebabkan seseorang terlihat memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.
“Ada rekening dipinjamkan, ada uang masuk dari luar negeri, lalu langsung dianggap mampu. Ini jelas cara membaca data yang keliru dan berbahaya,” tambahnya.


Terkait alasan efisiensi anggaran, Bahrul menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menjadikan rakyat sebagai objek pengorbanan. Menurutnya, masih banyak pos anggaran lain yang tidak berdampak langsung pada masyarakat yang seharusnya lebih dahulu dievaluasi.
“Kalau efisiensi, jangan hak dasar rakyat yang dipangkas. Banyak anggaran lain yang bisa dikurangi. Jangan bebankan ke masyarakat kecil,” tegasnya.


Ia juga menegaskan bahwa kritik ini bukan suara individu, melainkan representasi dari aspirasi luas perangkat desa di Kabupaten Bireuen yang merasakan langsung dampak kebijakan tersebut.
“Ini suara dari bawah, dari desa. Pemerintah harus dengar, jangan abaikan,” katanya.


Bahrul mendesak Pemerintah Aceh dan DPR Aceh untuk segera menghentikan pendekatan sepihak dalam pengambilan kebijakan serta membuka ruang musyawarah dengan melibatkan para keuchik sebagai representasi masyarakat.
“Jangan putuskan dari atas tanpa mendengar bawah. Ini harus dimusyawarahkan. Ini menyangkut hidup orang banyak,” tegasnya.


Di akhir pernyataannya, ia mengingatkan bahwa kebijakan yang tidak berpijak pada realitas hanya akan memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.“Kalau fakta di lapangan terus diabaikan, maka yang hilang bukan hanya kepercayaan, tapi juga keadilan. Ini harus segera diperbaiki,” pungkasnya,(*)
Via Bireuen
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

iklan berbayar
Ads
- Advertisment -
Pasang Iklan Anda disini!

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe
pinterest Follow

Featured News

Bupati Bireuen Serahkan Bantuan Alsintan kepada Brigade Pangan dan Kukuhkan Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada

Redaksi- 17:12 0
Pertanian dan Bupati Bireuen Bupati Bireuen Serahkan Bantuan Alsintan kepada Brigade Pangan dan Kukuhkan Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada
Suararakyat-news.com l Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., menghadiri acara penyerahan secara simbolis bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) k…

Berita Populer

Bupati Bireuen Serahkan Santunan Tahap II bagi Korban Meninggal dan Luka Berat Akibat Bencana Hidrometeorologi

Bupati Bireuen Serahkan Santunan Tahap II bagi Korban Meninggal dan Luka Berat Akibat Bencana Hidrometeorologi

14:45
Pemkab Bireuen Akan Segera Bangun Jembatan Matang Bangka Jeunieb

Pemkab Bireuen Akan Segera Bangun Jembatan Matang Bangka Jeunieb

14:01
Rehabilitasi Sawah Rusak Sedang dan Ringan di Bireuen Hampir Rampung

Rehabilitasi Sawah Rusak Sedang dan Ringan di Bireuen Hampir Rampung

21:19

News Popular

Bupati Bireuen Serahkan Santunan Tahap II bagi Korban Meninggal dan Luka Berat Akibat Bencana Hidrometeorologi

Bupati Bireuen Serahkan Santunan Tahap II bagi Korban Meninggal dan Luka Berat Akibat Bencana Hidrometeorologi

14:45
Pemkab Bireuen Akan Segera Bangun Jembatan Matang Bangka Jeunieb

Pemkab Bireuen Akan Segera Bangun Jembatan Matang Bangka Jeunieb

14:01
Rehabilitasi Sawah Rusak Sedang dan Ringan di Bireuen Hampir Rampung

Rehabilitasi Sawah Rusak Sedang dan Ringan di Bireuen Hampir Rampung

21:19
Pemerintah Kabupaten Bireuen Gelar Lepas Sambut Dandim 0111/Bireuen

Pemerintah Kabupaten Bireuen Gelar Lepas Sambut Dandim 0111/Bireuen

15:13
Bupati Bireuen Serahkan Bantuan Alsintan kepada Brigade Pangan dan Kukuhkan Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada

Bupati Bireuen Serahkan Bantuan Alsintan kepada Brigade Pangan dan Kukuhkan Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada

17:12

Tag

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
Suara Rakyat News

About Us

Media Suara Rakyat News Merupakan portal media online lokal yang terletak di kabupaten Bireuen menyajikan berita terpercaya akurat dan aktual.

Contact us: suararakyatnews.com@gmail.com

Follow Us

Copyright ©2026 | SUARA RAKYAT NEWS
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us