Search
24 C
en
  • Beranda
Suara Rakyat News
Buy template blogger
  • Breaking News
  • Menu Berita
    • All
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Hukum
  • Politik
    • Video
  • Lifestyle
  • Daerah
Suara Rakyat News
Search

Home Aceh-jakarta Temuan di Andaman Memiliki Potensi Rp. 5400 Triliun, Dr. Fachrul Razi: Stop Tipu-Tipu Aceh!
Aceh-jakarta

Temuan di Andaman Memiliki Potensi Rp. 5400 Triliun, Dr. Fachrul Razi: Stop Tipu-Tipu Aceh!

Redaksi
Redaksi
05 Jun, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Tokoh Aceh di nasional dan mantan Ketua Komite I DPD RI 2014-2024, Dr. H. Fachrul Razi, MIP mengatakan sumber kekayaan Aceh di Andaman termasuk South Andaman oleh Mubadala Energy dan Andaman II oleh Harbour Energy dikategorikan sebagai Giant Discovery (Penemuan Raksasa) terbesar ketiga di dunia, berpotensi Rp. 5400 Triliun. demikian disampaikan kepada pihak media melalui release -nya pada hari Jumat (5/6) di Jakarta.


Dr. Fachrul Razi mengatakan berdasarkan data resmi Kementerian ESDM dan SKK Migas, total potensi sumber daya di seluruh area blok Andaman diperkirakan mencapai Total Struktur Migas: 4.965 Juta Barel Minyak Ekuivalen (MMBOE - Million Barrels of Oil Equivalent).


Fachrul Razi menegaskan potensi Gas Bumi Khusus (In-Place) berkisar antara 6 TCF (Trillion Cubic Feet) di satu sumur awal (Layaran-1) hingga akumulasi total portofolio mencapai 11 TCF.


“Jika Dikonversi ke Rupiah, dengan menggunakan asumsi harga gas internasional standar saat ini dan nilai tukar Rupiah (kurs per Juni 2026 berada di kisaran Rp 18.000 per Dolar AS akibat tekanan pasar global), kita konversi nilai ekonomi total migas tersebut dari total sekitar 4,96 Miliar Barel Ekuivalen Migas (MMBOE) jika dirata-ratakan dengan nilai komoditas energi dunia saat ini berkisar antara USD 250 Miliar hingga USD 300 Miliar atau mencapai Rp 5.400 Triliun ini adalah kekayaan yang luar biasa.


Jika dikelola secara onshore di Aceh, porsi bagi hasil dan perputaran ekonominya mampu menjamin kesejahteraan anak-cucu rakyat Aceh hingga puluhan tahun ke depan.


Hal tersebut menanggapi langkah politik Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang secara resmi menyurati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Dr. Fachrul Razi, M.I.P., selalu mantan Senator Aceh yang selama satu dekade mengawal hak-hak konstitusional Aceh di Senayan, memandang momentum ini sebagai uji nyali kedaulatan ekonomi Aceh.


Dr. Fachrul Razi meminta pihak pusat untuk menghentikan tarik ulur Plan of Development (PoD). “Permintaan Gubernur Aceh untuk menunda sementara PoD sampai ada kejelasan skema onshore adalah langkah taktis yang tepat. Jakarta tidak boleh menggunakan ego sektoral SKK Migas untuk memaksakan komersialisasi cepat via laut lepas demi mengejar target lifting nasional semata, seraya mengorbankan hak daerah,” tegas Mantan Ketua Komite I DPD RI ini.


Surat Mualem yang secara tegas meminta agar pengolahan gas Blok Andaman dilakukan di daratan (onshore) melalui Onshore Receiving Facility (ORF) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe—serta menolak skema Floating Production, Storage, and Offloading (FPSO) di tengah laut—bukanlah sekadar urusan teknis birokrasi. Ini adalah pernyataan perang terhadap pemiskinan struktural baru di Bumi Serambi Mekkah.


Menurut Dr. Fachrul Razi yang juga Pendiri Institute for Aceh Studies, jika Pemerintah Pusat memaksakan skema FPSO (pengolahan langsung di atas kapal di laut lepas), maka Blok Andaman hanya akan menjadi "anjungan minyak terapung" yang menyedot kekayaan Aceh langsung ke pasar internasional atau luar daerah. Aceh hanya akan mendapatkan sisa-sisa polusi laut tanpa efek domino ekonomi.


Sebaliknya, desakan dalam surat Gubernur untuk mengolahnya di KEK Arun memiliki dampak ekonomi yang sangat masif bagi rakyat baik dengan menghidupkan kembali infrastruktur gas mati suri di Arun dan memicu multiplier effect bagi industri turunan, seperti pabrik pupuk (PIM) dan petrokimia, maupun penyediaan lapangan kerja massal.


Proyek onshore membutuhkan ribuan tenaga kerja lokal pada tahap konstruksi dan operasional, memotong angka pengangguran Aceh yang saat ini masih tinggi di tingkat regional. Disini lain menurut Dr. Fachrul Razi juga meningkatkan pendapatan daerah (PAD) dan Dana Bagi Hasil (DBH), sesuai UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan PP No. 23 Tahun 2015, Aceh berhak atas bagi hasil migas sebesar 70% setelah dikurangi komponen pajak. Angka ini mutlak diperlukan untuk menyambung nafas pembangunan Aceh menyusul terus menyusutnya Dana Otsus.


Dr. Fachrul Razi juga menegaskan ini merupakan uji konsistensi UUPA di mana pasal-pasal dalam UU Pemerintahan Aceh (UUPA) mengenai pengelolaan bersama migas laut antara Pusat dan BPMA (Badan Pengelola Migas Aceh) harus dihormati secara mutlak. Blok Andaman berada di perairan Aceh. Menurutnya mengabaikan desakan rakyat Aceh sama saja dengan mencederai komitmen perdamaian Helsinki.


Dr. Fachrul Razi meminta rakyat Aceh harus bersatu mengawal isu strategis ini. “Saya menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa, aktivis, akademisi, dan ulama di Aceh untuk berdiri tegak di belakang langkah tegas ini. Ini bukan lagi urusan politik Mualem, melainkan urusan kekayaan alam Aceh dan masa depan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Aceh.


"Kekayaan alam Aceh sudah berulang kali dikuras untuk membangun kemegahan pusat, sementara Aceh ditinggalkan dalam kemiskinan pasca-konflik. Tragedi masa lalu di era gas Arun lama tidak boleh terulang kembali di Blok Andaman. Kali ini, Aceh tidak boleh lagi hanya menjadi penonton yang batuk di pinggir jalan, sementara lumbung energinya dikuras lewat kapal-kapal asing di tengah laut,!” tutup Fachrul Razi yang juga mantan aktivis mahasiswa Universitas Indonesia.
Via Aceh-jakarta
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

iklan berbayar
Ads
- Advertisment -
Pasang Iklan Anda disini!

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe
pinterest Follow

Featured News

Temuan di Andaman Memiliki Potensi Rp. 5400 Triliun, Dr. Fachrul Razi: Stop Tipu-Tipu Aceh!

Redaksi- 18:58 0
Aceh-jakarta Temuan di Andaman Memiliki Potensi Rp. 5400 Triliun, Dr. Fachrul Razi: Stop Tipu-Tipu Aceh!
Tokoh Aceh di nasional dan mantan Ketua Komite I DPD RI 2014-2024, Dr. H. Fachrul Razi, MIP mengatakan sumber kekayaan Aceh di Andaman termasuk Sou…

Berita Populer

Untuk Uji Publik, BPBD Bireuen Serah Data Verifikasi Tahap ll Ke Pihak Kecamatan

Untuk Uji Publik, BPBD Bireuen Serah Data Verifikasi Tahap ll Ke Pihak Kecamatan

15:41
Wakil Bupati Bireuen Buka Lokakarya Refleksi Proyek ARISE

Wakil Bupati Bireuen Buka Lokakarya Refleksi Proyek ARISE

16:14
Mustafa Glanggang Apresiasi Kinerja Bupati Mukhlis Pascabanjir Bandang

Mustafa Glanggang Apresiasi Kinerja Bupati Mukhlis Pascabanjir Bandang

15:56

News Popular

Untuk Uji Publik, BPBD Bireuen Serah Data Verifikasi Tahap ll Ke Pihak Kecamatan

Untuk Uji Publik, BPBD Bireuen Serah Data Verifikasi Tahap ll Ke Pihak Kecamatan

15:41
Wakil Bupati Bireuen Buka Lokakarya Refleksi Proyek ARISE

Wakil Bupati Bireuen Buka Lokakarya Refleksi Proyek ARISE

16:14
Mustafa Glanggang Apresiasi Kinerja Bupati Mukhlis Pascabanjir Bandang

Mustafa Glanggang Apresiasi Kinerja Bupati Mukhlis Pascabanjir Bandang

15:56
Apel Gabungan dan Halal Bihalal Idul Adha 1447 H, Bupati Bireuen Ajak ASN Perkuat Sinergi dan Hilangkan Ego Sektoral

Apel Gabungan dan Halal Bihalal Idul Adha 1447 H, Bupati Bireuen Ajak ASN Perkuat Sinergi dan Hilangkan Ego Sektoral

11:58
Bireuen Kembali Raih Opini WTP dari BPK untuk Laporan LKPD 2025

Bireuen Kembali Raih Opini WTP dari BPK untuk Laporan LKPD 2025

13:49

Tag

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
Suara Rakyat News

About Us

Media Suara Rakyat News Merupakan portal media online lokal yang terletak di kabupaten Bireuen menyajikan berita terpercaya akurat dan aktual.

Contact us: suararakyatnews.com@gmail.com

Follow Us

Copyright ©2026 | SUARA RAKYAT NEWS
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us