Kementan Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Aceh! Mualem: “Jangan Sampai Sawah dan Kebun Kita Terbengkalai!”
Banda Aceh – Kabar menggembirakan datang dari Kementerian Pertanian. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp2,5 triliun khusus untuk memulihkan lahan pertanian di Aceh yang porak-poranda akibat bencana hidrometeorologi.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), langsung merespons positif. Ia menekankan agar dana besar ini benar-benar dimaksimalkan untuk memulihkan sawah dan kebun rakyat.
“Ini kesempatan besar. Jangan sampai anggaran sebesar itu tidak termanfaatkan dengan baik. Sawah yang rusak harus segera dibenahi, kebun yang hancur harus segera dibangun kembali. Petani kita tidak boleh lama-lama menderita,” tegas Mualem.
Menurut data, ribuan hektare sawah dan lahan perkebunan di sejumlah kabupaten/kota Aceh mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Banyak petani kehilangan sumber penghidupan karena lahan mereka tertutup lumpur, tergerus, atau bahkan hilang.
Dengan dukungan Rp2,5 triliun dari Kementan, pemerintah daerah diminta bergerak cepat. Fokusnya meliputi:
- Rehabilitasi dan optimalisasi lahan sawah rusak
- Perbaikan jaringan irigasi
- Pemulihan kebun (termasuk komoditas unggulan seperti kopi dan kelapa sawit rakyat)
- Penyediaan benih, pupuk, serta alat mesin pertanian
Mualem menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, TNI, dan kelompok tani. “Kalau semua pihak solid, Aceh bisa bangkit lebih cepat. Produksi pangan kita harus kembali normal, bahkan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Dukungan besar ini dinilai sebagai bukti kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat Aceh. Bukan hanya soal angka, tapi soal harapan baru bagi ribuan petani yang selama ini menunggu kepastian.
“Rp2,5 triliun itu bukan angka kecil. Mari kita maksimalkan bersama agar sawah menghijau kembali dan kebun menghasilkan lagi. Aceh harus kuat!” tutup Mualem.
Akankah dana besar ini benar-benar mengubah nasib pertanian Aceh? Semua mata kini tertuju pada eksekusi di lapangan.
Post a Comment