Yayasan Almuslim
Dr. Sayuti Abubakar Dukung Edi Obama Pimpin Dewan Pembina Yayasan Almuslim, Dorong Musyawarah yang Bermartabat
LHOKSEUMAWE l PEUSANGAN — Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., menyatakan dukungannya terhadap Edi Saputra, S.H., M.M. (Edi Obama), untuk maju sebagai calon Ketua Dewan Pembina Yayasan Almuslim pada periode mendatang.
Sebagai putra asli Peusangan, Sayuti berharap proses pergantian kepemimpinan Yayasan Almuslim dilaksanakan secara terbuka, demokratis, dan bermartabat melalui Musyawarah, dengan memberikan ruang penuh kepada pemilik mandat dan suara sah dari empat kecamatan di Peusangan Raya, yakni Peusangan Induk, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, dan Jangka.
Menurutnya, Yayasan Almuslim merupakan warisan ulama, indatu, dan wakaf masyarakat yang harus dijaga demi mencerdaskan generasi bangsa. Karena itu, tata kelola yayasan harus semakin transparan, akuntabel, profesional, serta berlandaskan amanah dan tanggung jawab.
“Yayasan Almuslim bukan milik pribadi atau kelompok, melainkan amanah besar dari ulama, indatu, dan masyarakat Peusangan. Harta wakaf harus dijaga dan dikelola dengan penuh tanggung jawab, karena pertanggungjawabannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT,” demikian pesan yang disampaikan dalam konteks pentingnya menjaga amanah wakaf.
Menanggapi dukungan tersebut, Edi Saputra menyampaikan rasa hormat dan terima kasih. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya harus diserahkan kepada para pemilik suara yang sah melalui mekanisme musyawarah.
“Saya tidak ingin mendahului kehendak para pemilik suara. Bagi saya, Yayasan Almuslim jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi. Jika masyarakat memberikan amanah, maka amanah itu harus dijalankan dengan kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab. Jika belum menjadi kehendak musyawarah, saya tetap menghormatinya,” ungkap Edi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persaudaraan, menghindari perpecahan, dan menjadikan pergantian kepemimpinan sebagai momentum memperkuat kembali marwah Yayasan Almuslim.
Kini, yang terpenting bukan siapa yang mendapatkan jabatan, melainkan bagaimana amanah ulama dan wakaf masyarakat tetap terjaga. Musyawarah perlu segera dipersiapkan sesuai ketentuan yang berlaku agar seluruh pemilik suara memperoleh haknya secara adil, dan masa depan Yayasan Almuslim ditentukan melalui proses yang sah, terbuka, serta bermartabat.
Via
Yayasan Almuslim
Post a Comment