BPBD Bireuen Gelar Rakor Penanganan Bencana
BPBD Bireuen Gelar Rakor Penanganan Bencana
BIREUEN - Seratusan orang peserta perwakilan 43 gampong di delapan kecamatan wilayah barat Kabupaten Bireuen. Mengikuti rapat koordinasi penanggulangan bencana, digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen,
Kegiatan yang mengusung tema "Penanggulangan Darurat Bencana" dibuka Pj Bupati Bireuen, Dr Aulia Sofyan, Ph.D diwakili Sekda Bireuen, Ir Ibrahim Ahmad, MSi berlangsung, Selasa (29/11/2022) pagi, di gedung Serbaguna Kantor Camat Pandrah.
Panitia juga menghadirkan dua nara sumber dari Forum PRB Provinsi Aceh, Risma Sunarty, S.Si MSi dengan materi peran para pihak dalam rangka penanganan darurat bencana, dan Siswanto, ST MSi BMKG Malikussaleh Lhokseumawe dengan materi potensi bencana Hidrometeorologi diwilayah Kabupaten Bireuen.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bireuen, Afwadi, BA dalam laporannya menyampaikan, rapat koordinasi penanggulangan bencana wilayah barat ini, diikuti seratusan peserta 43 gampong di delapan kecamatan dan SKPK terkait penanganan bencana.
Untuk setiap gampong dua orang dari gampong dipilih secara acak sesuai histori dan potensi terjadinya bencana.
Tujuannya adalah untuk memberikan informasi kepada gampong di Bireuen terkait mekanisme penanganan kedaruratan dan juga kesiap-siagaan bencana.
Melalui rakor ini diharapkan, peserta mendapat bekal pengetahuan untuk menangani bencana, dan penanganan bencana ini bukan hanya tanggung jawab Pemda dan BPBD saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua, ujarnya.
Kalaksa BPBD menambahkan, acara rapat koordinasi ini juga akan dilanjut ke wilayah timur yang diikuti sejumlah peserta dari 40 gampong lebih sebagai perwakilan sembilan kecamatan, jelas Afwadi.
Pj Bupati Bireuen, Dr Aulia Sofyan, Ph.D diwakili Sekda, Ir Ibrahim Ahmad, MSi dalam arahannya berharap kepada peserta, selain mendengar berbagai hal disampaikan nara sumber. Juga peserta dapat berdiskusi dan bertanya berkaitan hal yang ingin ditanyakan.
"Ketika kita sebut bencana, kita tidak hanya membayangkan gempa bumi atau banjir saja. Tetapi perlu juga untuk mengatasi dan menguranginya atau mitigasi bencana," kata Sekda.
Menurutnya, ridak ada wilayah atau daerah yang aman dari bencana semua berpotensi alami bencana. Oleh karena itu, kita perlu melakukan antisipasi dan mengatasi resiko bencana. Dengan pertemuan ini dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan secara bersama untuk mengurasi resiko bencana.(***)
Sumber: Diskominsa Bireuen
Posting Komentar