BMKG Surati Gubernur Aceh, Siaga Banjir dan Tanah longsor
Aceh l Suarakyat-news.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) melayangkan surat terhadap Gubernur Aceh terkait siaga bencana hidrometeorologi akibat kondisi cuaca buruk yang diprediksi bakal melanda seluruh wilayah di Aceh.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM), Nasrol Adil, mengatakan, dalam suratnya ia menyebutkan adanya gangguan atmosfer, yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.
"Kami sampaikan informasi siaga bencana hidrometeorologi berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang dapat menyebabkan bencana angin kencang, banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
Nasrol menjelaskan, berdasarkan pantauan prakiraan angin lapisan 3.000 feet, terdapat adanya potensi belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Provinsi Aceh.
BMKG Surati Gubernur Aceh, Siaga Banjir dan Tanah Longsor Kompas.com, 10 April 2026, 17:10 WIB Baca di App Zuhri Noviandi, Eris Eka Jaya Tim Redaksi Add on Google freepik.com/Lukasz Palka Ilustrasi cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) melayangkan surat terhadap Gubernur Aceh terkait siaga bencana hidrometeorologi akibat kondisi cuaca buruk yang diprediksi bakal melanda seluruh wilayah di Aceh.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM), Nasrol Adil, mengatakan, dalam suratnya ia menyebutkan adanya gangguan atmosfer, yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.
"Kami sampaikan informasi siaga bencana hidrometeorologi berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang dapat menyebabkan bencana angin kencang, banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026). Nasrol menjelaskan, berdasarkan pantauan prakiraan angin lapisan 3.000 feet, terdapat adanya potensi belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Provinsi Aceh. Banjir, Jalan Sultan Agung Penghubung Bekasi-Jakarta Macet 2 Kilometer Fenomena Bali dan Alasan Prabowo Sebut Indonesia Aman jika Terjadi Perang Dunia III.
meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah shearline dan konvergensi yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang. Adapun wilayah yang berpotensi bencana hidrometeorologi tersebar di seluruh daerah 23 kabupaten/kota di Aceh. Namun, ancaman itu terbagi dalam dua periode, yaitu periode pertama 11-15 April dan periode kedua 16-20 April 2026. Wilayah berpotensi bencana pada periode pertama ialah Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sabang, dan Simeulue.
Sementara itu, pada periode kedua ialah Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam. Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) juga mengeluarkan peringatan dini cuaca di Aceh.
Beberapa wilayah diprediksi bakal berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang pada saat sore hingga dini hari.
Kompas.com Regional BMKG Surati Gubernur Aceh, Siaga Banjir dan Tanah Longsor Kompas.com, 10 April 2026, 17:10 WIB Baca di App Zuhri Noviandi, Eris Eka Jaya Tim Redaksi Add on Google Lihat Foto BANDA ACEH, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) melayangkan surat terhadap Gubernur Aceh terkait siaga bencana hidrometeorologi akibat kondisi cuaca buruk yang diprediksi bakal melanda seluruh wilayah di Aceh. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM), Nasrol Adil, mengatakan, dalam suratnya ia menyebutkan adanya gangguan atmosfer, yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.
"Kami sampaikan informasi siaga bencana hidrometeorologi berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang dapat menyebabkan bencana angin kencang, banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026). Nasrol menjelaskan, berdasarkan pantauan prakiraan angin lapisan 3.000 feet, terdapat adanya potensi belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Provinsi Aceh. Banjir, Jalan Sultan Agung Penghubung Bekasi-Jakarta Macet 2 Kilometer Fenomena Bali dan Alasan Prabowo Sebut Indonesia Aman jika Terjadi Perang Dunia III.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah shearline dan konvergensi yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang. Adapun wilayah yang berpotensi bencana hidrometeorologi tersebar di seluruh daerah 23 kabupaten/kota di Aceh. Namun, ancaman itu terbagi dalam dua periode, yaitu periode pertama 11-15 April dan periode kedua 16-20 April 2026. Wilayah berpotensi bencana pada periode pertama ialah Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sabang, dan Simeulue.
Sementara itu, pada periode kedua ialah Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam. Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) juga mengeluarkan peringatan dini cuaca di Aceh. Beberapa wilayah diprediksi bakal berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang pada saat sore hingga dini hari.
Fitrohim, mengatakan, kondisi cuaca yang terjadi di Provinsi Aceh saat ini disebabkan adanya gelombang Kelvin, belokan angin dan konvergensi sehingga meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan. "Hangatnya suhu muka laut di Perairan Barat Aceh dapat juga meningkatkan potensi penambahan massa uap air. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh," katanya.
Atas kondisi tersebut, kata Fitrohim, BMKG Stasiun Meteorologi SIM Kelas I Banda Aceh mengingatkan agar masyarakat waspada hujan yang terjadi dengan intensitas sedang, lebat, dan bahkan secara tiba-tiba pada sore-malam hari. "Hal ini disebabkan pemanasan intens yang terjadi pada siang hari," ujarnya.
Fitrohim mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor. (Sumber Berita, Kompas.com).
Posting Komentar